Serunya Magang Mahasiswa IPII Magang di Perpustakaan Nasional RI UPT Proklamator Bung Karno Blitar

Kontributor:

Seperti pernyataan Zakariya, Mahasiswa IPII, KKN dan magang selalu menjadi momen yang ditunggu mahasiswa. Selain menjadi syarat akademik, magang juga menjadi ajang untuk belajar langsung di lapangan. Itulah yang kini dirasakan sembilan mahasiswa IPII UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ketika menjalani magang di Perpustakaan Nasional RI UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Kota Blitar.

Sejak 11 Agustus hingga 30 September 2025, mereka aktif mengikuti penugasan di berbagai bagian perpustakaan. Keenam mahasiswa itu adalah Zakaria, Munir, Faisal, Syifani, Ara, dan Yuni. Menariknya  sistem penempatan di perpustakaan ini dilakukan dengan rotasi mingguan. Misalnya, minggu pertama ditempatkan di layanan koleksi umum kelas 000–500, minggu berikutnya berpindah ke bagian pengolahan, kemudian pelestarian, hingga ke memorabilia. Dengan cara ini, mahasiswa bisa merasakan langsung dinamika kerja di seluruh lini perpustakaan.

Alasan memilih tempat magang ini pun cukup logis. Selain statusnya sebagai perpustakaan nasional yang punya banyak koleksi dan fasilitas, lokasinya di Blitar juga strategis, dekat dengan domisili sebagian mahasiswa. “Di sini ilmunya banyak, dan bisa langsung praktik. Itu yang bikin pengalaman magang ini terasa berharga,” ungkap Zakariya.

Banyak benefit yang diperoleh selama PPL. Mahasiswa bisa belajar teknik shelving buku, memberi label, merawat koleksi, memperbaiki buku, hingga alih media. Mereka juga mendapatkan pengalaman melayani pemustaka, mendampingi proses peminjaman, bahkan membantu pembuatan kartu anggota. Tak hanya keterampilan teknis, soft skill seperti bersosialisasi dengan pustakawan dan pemustaka juga semakin terasah.

Kegiatan sehari-hari berjalan sesuai penempatan. Saat berada di layanan koleksi umum, mahasiswa melayani pemustaka yang membaca atau meminjam buku. Di bagian pengolahan, mereka menempel label pada buku sebelum dipajang di rak. Sementara di bagian pelestarian, mahasiswa belajar memperbaiki dan merawat koleksi agar tetap terjaga. Semua itu dilakukan dengan bimbingan langsung dari pegawai perpustakaan yang ramah dan suportif.

Tak heran jika tempat ini dinilai sangat worth it untuk dijadikan lokasi magang. Lingkungannya nyaman, fasilitas lengkap, dan pembimbingnya jelas. Dengan pengalaman ini, mahasiswa bisa benar-benar mengimplementasikan ilmu perpustakaan yang mereka pelajari di bangku kuliah.

“Kalau ditanya, apakah direkomendasikan? Jawabannya, sangat! Rasakan sendiri nikmatnya belajar langsung di Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar,” tutur Zaka Mantap.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content