Studi Komparatif El Himmah dan UKM JQH Al Mizan: Menguatkan Tradisi Intelektual Berbasis Al-Qur’an

Kontributor:

Yogyakarta, 08 November 2025_ Komunitas El Himmah di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan UKM JQH Al Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan studi komparatif yang menjadi momentum penting bagi penguatan tradisi intelektual dan transformasi komunitas berbasis Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025 bertempat di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dimulai pukul 13.00 WIB hingga malam hari dengan beragam agenda dialog, kajian, dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan bertema “Meneguhkan Tradisi Intelektual melalui Sinergi Komunitas Al-Qur’an: Menuju El Himmah Proporsional 2026” ini dirancang sebagai ruang belajar dua arah antara El Himmah yang baru berusia satu tahun dengan Al Mizan yang telah eksis sejak 1998. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai tonggak penting bagi El Himmah dalam merumuskan arah pengembangan kelembagaan di masa mendatang.

Acara ini menghadirkan Ahmad Rofiq, Ph.D., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga sekaligus Sekretaris Asosiasi Dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) Indonesia. Kehadiran beliau menambah bobot intelektual acara, terlebih karena perannya yang signifikan dalam memajukan tradisi kajian Al-Qur’an di Indonesia. Dalam sesi materinya Ahmad Rofiq tidak hanya memberikan arahan mengenai pengelolaan komunitas berbasis ilmu, tetapi juga memotivasi para peserta agar membangun komunitas yang berakar kuat pada tradisi akademik sekaligus adaptif pada perkembangan zaman. Beliau bahkan memberikan hadiah khusus kepada El Himmah sebagai bentuk dukungan moral dan simbolis.

Dalam sambutannya Ahmad Misbakhul Amin, Ketua El Himmah sekaligus mahasiswa Ilmu Hadis semester 7 menyampaikan rasa syukur dan semangat belajar yang tinggi. Ia menegaskan bahwa El Himmah hadir sebagai komunitas yang sangat relevan dengan rumpun keilmuan di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN SATU Tulungagung, namun masih memerlukan banyak proses belajar untuk membangun tradisi yang kuat. “Terus terang, kami ingin belajar kepada Abah Rofiq dan Al Mizan. UKM ini telah berdiri sejak 1998, saat Indonesia mengalami krisis moneter. Dalam kondisi itu UIN SUKA justru berhasil melahirkan komunitas intelektual yang hebat. El Himmah baru berdiri satu tahun berjalan dan kami ingin belajar semua itu,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Nauval Musyafa, Ketua JQH Al Mizan, mengamini semangat tersebut dan memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa Al Mizan siap membuka ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman untuk membantu El Himmah tumbuh sebagai komunitas intelektual yang solid.

Studi komparatif ini menandai langkah maju bagi El Himmah untuk memperluas jejaring, memperkuat identitas keilmuan, dan mempersiapkan diri menuju El Himmah Proporsional 2026. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga proses penguatan tradisi intelektual yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan semangat keilmuan yang berkelanjutan.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content