Tulungagung — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung terus meneguhkan diri sebagai fakultas yang mengedepankan sisi kemanusiaan, sosial, dan nilai keislaman. Keteguhan itu dapat tercermin dari esensi implementasi sivitas akademika dalam menyambut bulan Ramadhan.
Dalam satu momen Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah, Dr. Mutrofin, M. Fil. I, bercerita bahwa Ramadan tidak hanya diproyeksikan sebagai kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai bulan pembinaan spiritual yang memiliki dimensi sosial, moral, dan edukatif. Melalui berbagai ibadah seperti salat, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan pengendalian diri, umat Islam diarahkan untuk membangun karakter yang lebih disiplin, sabar, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Mutrofin menekankan bahwa lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif selama Ramadan. Kegiatan perkuliahan, diskusi akademik, serta aktivitas organisasi mahasiswa dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan spiritualitas tanpa mengurangi produktivitas akademik.
“Ramadan bukan sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, meskipun keduanya bersifat dinamis dan dapat mengalami peningkatan maupun penurunan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai Ramadan mengajarkan empati sosial dan kepedulian terhadap sesama, khususnya terhadap kelompok yang membutuhkan. Semangat berbagi, gotong royong, dan solidaritas, mahasiswa diharapkan mampu membangun kepekaan sosial yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Hal ini dinilai relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
“Bulan Ramadan itu tidak membebani aktivitas perkuliahan, malah justru jadi peluang untuk tetap produktif dalam belajar sekaligus meningkatkan kualitas ibadah secara lebih optimal,” tuturnya.
Mutrofin juga menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan emosional. Rangkaian ibadah dapat dijalani secara maksimal dan penuh kesadaran. Persiapan tersebut mencakup manajemen waktu, kesehatan, serta membangun niat yang tulus untuk memperbaiki diri. Ia berharap Ramadan tahun ini mampu menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan baginya, mahasiswa serta sivitas akademika UIN SATU Tulungagung dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Friska Novi Rahmadani
