Yogyakarta – Tiga mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berhasil meraih Juara I Musabaqah Fahmil Qur’an Nasional dalam ajang Semarak Tarbiyah V yang diselenggarakan pada Sabtu (11/04/2026) di IIQ An-Nur Yogyakarta.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Safira Azzalia dan Adjie Wahyu Kembara dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 6, serta Imam Mahfudz dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 4. Mereka tergabung dalam satu tim untuk mewakili UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam proses perlombaan, tim UIN SATU Tulungagung menghadapi kompetitor yang tidak kalah kuat, seperti dari UIN Salatiga, UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Sunan Ampel sejak babak penyisihan.
Pada perlombaan kali ini, tim UIN SATU Tulungagung juga menghadapi tantangan berupa perubahan petunjuk teknis (juknis) perlombaan. Menurut Safira, materi yang biasanya mengacu pada diktat Musabaqah Fahmil Qur’an Nasional berubah menjadi rujukan kitab fikih seperti Yaqut Nafis dan Fathul Qarib, serta kajian sejarah Islam mulai dari periode Nabi Muhammad hingga Khulafaur Rasyidin. Hal ini menuntut tim untuk beradaptasi dengan cepat dan meningkatkan intensitas belajar.
Di balik persiapan tersebut, tim juga menghadapi kendala waktu yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri, sehingga mereka tidak dapat belajar secara langsung. Meski demikian, mereka tetap berupaya melakukan persiapan secara mandiri dari rumah masing-masing.
Safira menyampaikan bahwa ia bersama tim barunya berusaha membangun chemistry dengan baik. Ia juga membagi fokus belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota tim guna mempersiapkan diri secara lebih efektif.
Safira mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa pesimis karena harus berhadapan dengan lawan yang berpengalaman, bahkan di antaranya merupakan alumni Musabaqah Fahmil Qur’an Nasional tahun 2022.
“Alhamdulillah kami berhasil lolos ke babak final hingga bertemu dengan tim dari UIN Salatiga dan UIN Sunan Kalijaga. Dengan ikhtiar dan tawakal, kami akhirnya berhasil meraih Juara I,” ujarnya.
Ajang perlombaan ini memberikan pengalaman berharga bagi tim, terutama dalam menghargai proses, memperkuat kerja sama, serta melatih kemampuan dalam menghadapi tekanan dan tantangan baru.
Safira berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba hal baru. Ia juga menekankan bahwa persiapan yang matang dan sikap pantang menyerah menjadi kunci dalam meraih keberhasilan.
Penulis: Friska Novi Rahmadani
