Tiga Program Studi Unggul di Jurusan Ushuluddin: Pilar Membangun Kampus Dakwah dan Peradaban

Kontributor:

Jika ada jurusan yang tidak hanya bicara soal ilmu tapi juga tentang makna dan arah hidup maka Jurusan Ushuluddin FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah jawabannya. Sebagai bagian dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), jurusan ini menjadi pilar keilmuan yang memadukan tradisi intelektual Islam dengan semangat transformatif zaman.

Dipimpin oleh Prof. Dr. Ahmad Rizqon Khamami, Lc., MA., FUAD mengembangkan diri menjadi fakultas yang tidak hanya akademis secara struktural tetapi juga progresif secara kultural. Secara nomenklatur administratif FUAD menaungi tiga jurusan besar yaitu Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Ketiga jurusan tersebut memiliki total 12 program studi di dalamnya. Namun dari semua prodi tersebut penulis coba menelusuri rekam jejak akademik  Jurusan Ushuluddin yang dengan tiga prodi unggulnya Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis (IH), dan Sosiologi Agama (SA).

Ketiga prodi ini tidak hanya unggul dalam hal akreditasi tapi juga dalam inovasi, kontribusi sosial, dan kapasitas akademik. Program Studi IAT yang dipimpin Ali Abdurrahman hadir sebagai ruang eksplorasi makna-makna Al Qur’an tidak sekadar teks tetapi juga konteks. Mahasiswa IAT diajak untuk mendalami Al Qur’an secara multidisipliner, berpikir kritis, dan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Bergeser sedikit ke Program Studi Ilmu Hadis (IH). Program Studi yang menekankan pentingnya memahami sabda Nabi Muhammad saw. secara metodologis, kontekstual, dan ilmiah. Informasi menarik bahwa Mahasiswa IH bukan hanya sekadar penghafal  matan namun lengkap dengan sanadnya. Di lain sisi  Mahasiswa juga diproyeksikan menjadi peneliti hadis yang peka terhadap isu sosial dan kebudayaan modern. Di sinilah ruang dialog antara teks dan realitas terjadi dengan cara yang bijak.

Sementara itu Sosiologi Agama (SA) menjadi titik temu antara agama dan dinamika masyarakat. Mahasiswa SA dilatih untuk memahami struktur sosial, konflik keagamaan, serta isu-isu keberagaman dengan pendekatan ilmu sosial yang kaya perspektif. SA mengajarkan bahwa agama bukan hanya sistem keyakinan, tapi juga kekuatan sosial yang mampu membentuk peradaban.

Tak hanya unggul di atas kertas ketiga prodi ini juga aktif dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan kerja sama nasional. Semangat kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya FUAD untuk menyiapkan lulusan yang berpengetahuan luas, terampil, dan beretika ilmiah serta islami. Dengan mengusung visi besar“Menjadikan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah yang transformatif, inovatif, kompetitif dan unggul berjiwa Islam rahmatan lil ‘alamin,” FUAD bertekad menjadikan Jurusan Ushuluddin sebagai rumah bagi para pemikir masa depan. Tempat tumbuhnya generasi yang siap menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualitasnya dan karakteristik keindonesiaan.

Jadi, jika kamu ingin menyelami samudra ilmu-ilmu keislaman, memperdalam nalar kritis, dan berkontribusi untuk perubahan sosial Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah gerbang awal untuk perjalanan akademik dan pengabdian yang bermakna.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content